Pada artikel
kali ini saya akan mencoba mengulas apakah itu penelitian meta analisis? Apa
tujuan dari penelitian meta analisis? Apa saja jenis-jenis dari penelitian meta
analisis? Apa saja metodologi yang digunakan dalam penelitian meta analisis?
Berikut akan saya jelaskan.
Sebelum membahas
apa itu meta analisis mari kita bahas apa sebenarnya penelitian itu sendiri?
Pada hakikatnya
penelitian merupakan proses untuk mencari sebuah kebenaran. Yang selanjutnya
kebenaran tersebut di jadikan solusi untuk menyelesaikan sebuah masalah yang
berkaitan. Secara umum meta analisis merupakan penelitian yang dilakukan dengan
menggunakan data yang cukup banyak dari penelitian-penelitian sebelumnya.
Pengertian meta analisis
Glass (1981)
mengemukakan bahwa Meta analisis merupakan analisis kuantitatif dan menggunakan
sejumlah data yang cukup banyak serta menerapkan metode statistik dengan
mempraktekkannya dalam mengorganisasikan sejumlah informasi yang berasal dari
sampel besar yang fungsinya untuk melengkapi maksud-maksud lainnya.
Soekamto
(1988) mengatakan bahwa sifat meta analisis antara lain kuantitatif, dan
memakai analisis statistik untuk memperoleh seri informasi yang berasal dari
sejumlah data dari penelitian-penelitian sebelumnya.
Barbora 2009
Sutrisno, Hery, Kartono (2007) mengatakan bahwa Meta-analisis adalah tehnik
yang digunakan untuk merangkum berbagai hasil penelitian secara kuantitatif
dengan cara mencari nilai efek size.
Dari pengertian
yang dikemukakan beberapa ahli maka dapat disimpulkan bahwa meta analisis
merupakan penelitian yang mengambil data dari penelitian –penelitian terdahulu
yang bersifat kuantitatif dan pengelolaan data dilakukan dengan metode
statistik. Meta analisis merupakan penelitian yang berfokus pada penelitian
sebelumnya, maksudnya meta analisis mengambil data dari penelitian sebelumnya
yang berupa masalah, saran ,dan hasil penelitiannya.
Meta analisis
adalah suatu analisis integratif sekunder dengan menerapkan prosedur statistik
terhadap hasil-hasil pengujian hipotesis penelitian. Analisis sekunder itu
merupakan analisis ulang (reanalysis) terhadap data penelitian-penelitian
terdahulu untuk tujuan menjawab pertanyaan penelitian dengan teknik-teknik
statistik yang lebih baik atau menjawab pertanyaan-pertanyaan baru dengan data
lama yang di ambil dari penelitian-penelitian yang sebelumnya. Analisis
sekunder merupakan suatu ciri-ciri penting terhadap riset dan kegiatan
evaluasi.
Meta-analysis memungkinkan
adanya pengkombinasian hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel
relatif dan ukuran efek. Hasil dari tinjauan ini akurat mengingat jangkauan
analisis ini yang sangat luas dan analisis yang
terpusat. Meta-analysis juga menyediakan jawaban terhadap masalah yang
diperdebatkan karena adanya konflik dalam penemuan-penemuan beragam studi
serupa.
meta analisis
merupakan kajian atas sejumlah hasil penelitian dalam masalah yang sejenis.
Meta analisis merupakan salah satu cara membuat rangkuman hasil penelitian
secara kuantitatif. Meta analisis menjawab pertanyaan : apakah ada perbedaan
antara kelompok percobaan dan kelompok pembanding, jika didasarkan dari
hasil-hasil penelitian yang terus bertambah dari tahun ke tahun.
Tujuan Penelitian Meta Analisis
Tujuan
meta-analisis pada umumnya adalah sebagai berikut:
1) Untuk memperoleh
estimasi effect size, yaitu tingkat efek yang terjadi antar variabel
2) Melakukan
inferensi dari data dalam sampel ke populasi, baik dengan uji
hipotesis (nilai p) maupun estimasi (interval kepercayaan)
3) Melakukan kontrol
terhadap variabel yang potensial bersifat sebagai perancu (confounding) agar
tidak mengganggu kemaknaan statistik dari hubungan atau perbedaan.
4) Untuk
menyelesaikan hasil laporan yang belum tuntas
5) Untuk menjawab
pertanyaan yang belum diajukan pada penelitian sebelumnya
Jenis-jenis Penelitian Meta Analisis
Ø Fixed
Effect Model
Pada meta-analisis jenis
ini jika kita melakukan meta-analisis dengan kesempatan rasio,
kita akan berasumsi bahwa setiap studi memperkirakan kesempatan rasio
yang sama. Berdasarkan asumsi ini, jika setiap penelitian adalah besar tak
berhingga, setiap penelitian akan menghasilkan hasil yang sama. Ini adalah sama
dengan asumsi tidak ada (statistik) heterogenitas antara penelitian.
Ø Random
Effects Model
Pada meta
analisis jenis ini membuat asumsi
bahwa penelitian individu yang memperkirakanpengaruh treatment yang
berbeda. Dalam rangka untuk membuat beberapa rasapengaruh yang
berbeda kita menganggap mereka memiliki distribusi
dengan beberapa nilai tengah dan beberapa
derajat variabilitas. Gagasan tentang random effects meta-analisis adalah
untuk belajar tentang distribusi pengaruh berbagai kajian yang
berbeda.
Ø Quality
Effects Model
Jenis meta
analisis ini menggabungkan bukti dari serangkaian uji coba yangmembandingkan 2 intervensi. Pendekatan
ini menggabungkan heterogenitas efek dalam
analisis efektivitas intervensi keseluruhan. Namun, tidak
seperti model random effects, berdasarkan yang diamati
antara percobaan heterogenitas, penyesuaianberdasarkan pengukuran heterogenitas antara
studi metodologis.
Metodologi yang digunakan dalam Meta Analisis
a) Kriteria
pemilihan
o
Abstraksi, kualitas dan statistika dapat bervariasi
o
Studi yang disertakan tergantung tujuan meta analisis
o
Peneliti harus menetapkan jenis dan rincian laporan
penelitian yg akan digabung
o
Misal uji klinis, perlu ditetapkan randomisasi, jumlah
sampel minimal, lama follow up, karakteristik klinis, outcome, rentang umur
subyek, intervensi, dll
o
Studi dari bahasa apa, tahun publikasi.
o
Studi dari yang telah dipublikasi atau tidak
b) Metode
yang digunakan
Ada beberapa
metode yang dapat digunakan dalam melakukan penelitian meta analisis ini,
sebagai berikut:
1) Glass
(1981) yaitu metode penelitian meta analisis yang memiliki fokus pada deteksi
dari moderator variabel.
2) Hedges
dan Olkin (1985) yaitu metode penelitian meta analisis yang menggunakan teknik
weighted least squares
3) Rosenthal
dan Rubin (1991) yaitu metode penelitian meta analisis yang hampir sama dengan
Hedges-Olkin, bedanya hanya pada test signifikansi untuk mengkombinasikan
effect size.
4) Hunter
dan Schmidt (1990) yaitu metode yang hampir sama dengan metode yang lain hanya
saja memiliki perbedaan yaitu metode ini berusaha mengkoreksi error
potensial sebelum meta-analysis mengintegrasikan effect study antar studi.
Tehnik Hunter
dan Schmidt lebih sering digunakan karena teknik ini dianggap oleh para
peneliti sebagai teknik yang paling lengkap, karena selain dapat
dipergunakan untuk mengkaji effect size, teknik Hunter Schimidt dapat juga
dipergunakan untuk mengkoreksi kesalahan sebagai akibat error of measurement,
maupun man made error (artifact) yang lain.
c) Kriteria yang jelas
untuk penilaian kualitas artikel penelitian (aspek desain, pelaksanaan,
analisis) Klasifikasi dan kodifikasi unit penelitian untuk digabung
d) Penggabungan
hasil studi
e) Diperlukan
tehnik statistik tertentu
f) Subjek
berbeda dengan kualitas yang berbeda tidak dapat diperlakukan sama
g) Bobot
yang besar pada jumlah subjek yang banyak
h) Penggabungan
uji klinis skala numerik dibandingkan rata rata dan dinyatakan dalam SD
(standar deviasi)
Kesimpulan
Penelitian
meta analisis merupakan penelitian yang dilakukan untuk menyempurnakan atau
mengupdate penelitia yang terdahulu agar relevan dengan perkembangan zaman. Meta
analisis sangat efektif karena menggabungkan
semua kekuatan dari tinjauan konvensional dan selanjutnya memberikan perkiraan
yang tidak biasa secara kuantitatif. Meta-analisis memungkinkan adanya
pengkombinasian hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel
relatif dan ukuran efek. Hasil dari tinjauan ini akurat mengingat jangkauan
analisis ini yang sangat luas dan analisis yang
terpusat. Meta-analysis juga menyediakan jawaban terhadap masalah
yang diperdebatkan karena adanya konflik dalam penemuan-penemuan beragam studi
serupa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar